Panduan PTN

Jurusan yang Cocok untuk Anak IPS di SNBT 2026

7 menit baca 1 tayangan

Di kelas 12, obrolan yang paling sering bikin kepala penuh biasanya bukan cuma soal nilai tryout, tapi satu pertanyaan yang kelihatannya sederhana: nanti mau ambil jurusan apa? Buat anak IPS, momen ini sering terasa makin ribet karena pilihannya banyak, tapi justru itu yang bikin bingung. Takut salah jurusan, takut ikut-ikutan teman, atau takut memilih jurusan yang katanya “aman” tapi ternyata nggak cocok dijalani bertahun-tahun.

Kalau kamu lagi ada di fase itu, tenang, kamu nggak sendirian. Artikel ini dibuat buat bantu kamu memahami jurusan yang cocok untuk anak IPS dengan cara yang lebih realistis: bukan sekadar daftar jurusan populer, tapi juga alasan kenapa jurusan itu cocok, tipe siswa yang biasanya nyaman menjalaninya, sampai cara memilih yang paling pas buat dirimu sendiri.

Jurusan yang Cocok untuk Anak IPS bukan Cuma yang “terkenal”

Banyak siswa IPS langsung terpikir jurusan seperti Manajemen, Hukum, atau Akuntansi. Memang itu pilihan yang bagus. Tapi kenyataannya, jurusan kuliah anak IPS jauh lebih luas dari itu. Anak IPS terbiasa melihat persoalan dari sisi manusia, masyarakat, ekonomi, dan komunikasi. Itu modal besar, lho.

Karena itu, jurusan yang tepat biasanya bukan hanya yang punya prospek kerja jurusan IPS bagus, tetapi juga yang sesuai dengan cara kamu berpikir. Misalnya, kamu suka menganalisis perilaku orang? Psikologi atau Sosiologi bisa cocok. Kamu senang bicara, negosiasi, dan menyampaikan ide? Ilmu Komunikasi atau Hubungan Internasional mungkin lebih pas. Jadi, jangan sempitkan pilihan hanya karena sering dengar satu-dua jurusan saja.

Yang perlu kamu ingat, jurusan yang bagus untuk orang lain belum tentu jadi jurusan terbaik buat kamu. Cocok itu soal kombinasi minat, kemampuan, dan tujuan jangka panjang.

Rekomendasi jurusan yang banyak dipilih anak IPS

Supaya lebih kebayang, ini beberapa pilihan jurusan yang sering jadi favorit dan memang cukup relevan untuk siswa IPS.

1. Manajemen

Kalau kamu suka dunia bisnis, strategi, pemasaran, atau ingin punya usaha sendiri, Manajemen hampir selalu masuk daftar utama. Di jurusan ini, kamu akan belajar tentang pengelolaan organisasi, keuangan dasar, sumber daya manusia, dan pengambilan keputusan.

Manajemen cocok buat siswa yang suka berpikir praktis, senang kerja tim, dan tertarik pada dunia usaha. Prospeknya juga luas, dari perusahaan swasta sampai startup.

2. Akuntansi

Banyak yang mengira Akuntansi hanya cocok buat anak yang “jago hitung”. Padahal, yang lebih penting justru teliti, rapi, dan sabar membaca detail. Kalau kamu suka data, suka keteraturan, dan nyaman dengan angka, ini bisa jadi pilihan kuat.

Akuntansi juga termasuk jurusan favorit anak IPS karena kebutuhan tenaga kerjanya stabil di banyak sektor.

3. Ilmu Hukum

Buat kamu yang suka debat, analisis kasus, membaca aturan, dan punya rasa keadilan yang kuat, Hukum bisa sangat menarik. Kuliah Hukum bukan cuma menghafal pasal, tapi juga belajar logika berpikir, argumentasi, dan cara memahami persoalan dari berbagai sisi.

Jurusan ini cocok untuk siswa yang kritis dan tahan membaca banyak materi.

4. Ilmu Komunikasi

Kalau kamu aktif, suka menulis, presentasi, media sosial, public speaking, atau tertarik pada dunia kreatif, Ilmu Komunikasi patut dipertimbangkan. Bidangnya luas: jurnalistik, humas, periklanan, content, media digital, sampai broadcasting.

Ini salah satu jurusan untuk lulusan IPS yang terasa dekat dengan perkembangan dunia kerja saat ini, apalagi di era digital.

5. Psikologi

Meski di beberapa kampus Psikologi bisa diakses lintas jurusan, banyak anak IPS yang merasa cocok karena materinya dekat dengan manusia dan perilaku. Kalau kamu senang mendengarkan orang, penasaran kenapa seseorang bertindak dengan cara tertentu, dan suka observasi, Psikologi bisa jadi pilihan yang pas.

6. Hubungan Internasional dan Administrasi Publik

Dua jurusan ini sering dipilih siswa yang tertarik dengan isu sosial, pemerintahan, diplomasi, kebijakan, dan organisasi. Buat kamu yang suka membaca berita, mengikuti isu nasional atau global, jurusan ini sering terasa lebih “hidup” karena materi kuliahnya berkaitan dengan dunia nyata.

Cara menentukan jurusan sesuai minat dan kemampuan

Memilih jurusan itu idealnya jangan cuma berdasarkan gengsi atau tren. Ada beberapa pertanyaan penting yang perlu kamu jawab jujur ke diri sendiri.

Lihat pelajaran yang paling “klik”

Bukan sekadar nilai tertinggi, tapi pelajaran yang bikin kamu betah belajar lebih lama. Misalnya, ada siswa yang nilainya Ekonomi biasa saja, tapi dia senang banget membahas bisnis dan strategi. Ada juga yang nilai Sosiologinya bagus karena dia suka memahami dinamika sosial. Dari situ biasanya sudah kelihatan arah minatnya.

Perhatikan cara kamu menyelesaikan masalah

Kamu tipe yang suka angka dan data? Atau lebih suka diskusi, menulis, dan menyusun argumen? Cara berpikir seperti ini penting untuk mencocokkan jurusan. Akuntansi dan Statistika sosial akan menuntut ketelitian data, sedangkan Hukum, Komunikasi, atau HI lebih banyak memakai analisis bacaan dan argumentasi.

Bayangkan aktivitas kuliahnya, bukan cuma nama jurusannya

Ini sering dilupakan. Banyak siswa suka nama jurusan tertentu, tapi belum tahu isi kesehariannya. Contohnya, ada yang tertarik Ilmu Komunikasi karena kelihatannya seru, tapi ternyata kurang nyaman saat harus sering presentasi. Ada juga yang ingin masuk Hukum karena dianggap bergengsi, tapi tidak tahan membaca dokumen panjang. Jadi, coba cari tahu dulu aktivitas belajar di dalamnya.

Pilih jurusan yang membuatmu penasaran untuk belajar lebih jauh, bukan yang hanya terdengar keren saat disebutkan.

Contoh situasi nyata: jangan asal ikut teman

Misalnya ada dua teman sekelas, sebut saja Naya dan Rafi. Naya masuk IPS dan aktif banget di organisasi sekolah. Dia senang bikin konsep acara, menulis caption, dan ngobrol dengan banyak orang. Rafi juga anak IPS, tapi tipenya lebih tenang, teliti, dan suka mengatur catatan keuangan kelas.

Kalau Naya memaksakan diri masuk Akuntansi hanya karena banyak peminat, belum tentu dia akan nyaman. Bisa jadi Ilmu Komunikasi atau Manajemen lebih cocok. Sebaliknya, kalau Rafi ikut-ikutan masuk Komunikasi karena semua temannya ke sana, dia mungkin justru lebih berkembang di Akuntansi atau Administrasi Bisnis.

Nah, dari contoh sederhana ini kelihatan bahwa jurusan yang cocok untuk anak IPS itu sangat personal. Sama-sama IPS, tapi arah terbaiknya bisa beda jauh.

Prospek kerja jurusan IPS di 2026 masih bagus?

Jawabannya: masih sangat relevan. Dunia kerja 2026 justru makin membutuhkan orang yang bisa memahami manusia, pasar, komunikasi, regulasi, dan kebijakan. Banyak pekerjaan masa depan tidak hanya butuh kemampuan teknis, tapi juga kemampuan berpikir kritis, bernegosiasi, memimpin, dan membaca perubahan sosial.

Beberapa bidang yang masih terbuka luas untuk lulusan rumpun IPS antara lain bisnis digital, keuangan, perbankan, konsultan SDM, media, riset sosial, pemerintahan, hukum, marketing, dan analisis kebijakan. Jadi, kalau ada yang bilang anak IPS pilihannya sempit, itu sudah bukan gambaran yang tepat lagi.

Tantangannya bukan pada “ada atau tidak ada peluang”, tapi pada seberapa siap kamu membangun skill selama kuliah. Jurusan bagus tanpa usaha tetap akan terasa berat. Sebaliknya, jurusan yang pas dan dijalani serius bisa membuka banyak jalan.

Supaya pilihanmu makin mantap sebelum daftar SNBT

Sebelum benar-benar menentukan pilihan, luangkan waktu untuk mengecek posisi akademikmu juga. Ini penting karena memilih jurusan bukan hanya soal minat, tapi juga strategi masuk PTN. Coba lihat nilai, kekuatan di subtes tertentu, dan seberapa kompetitif jurusan incaranmu.

Kalau kamu masih ragu antara beberapa pilihan, kamu bisa mulai dari simulasi dan evaluasi belajar yang lebih terarah. Misalnya, tryout adaptif di SiapUTBK.com bisa bantu kamu melihat area mana yang masih lemah, jadi kamu nggak menilai diri cuma dari perasaan. Dari situ, kamu bisa lebih realistis saat menyusun target kampus dan jurusan.

Selain itu, jangan ragu diskusi dengan guru BK, kakak tingkat, atau orang yang memang pernah kuliah di jurusan tersebut. Cari gambaran nyata, bukan versi ideal di media sosial saja. Kadang keputusan terbaik datang setelah kamu berani membandingkan harapan dengan kenyataan.

Pada akhirnya, memilih jurusan memang tidak selalu terasa mudah. Wajar kalau kamu bimbang. Yang penting, jangan terburu-buru hanya karena panik melihat teman lain sudah mantap. Pelan-pelan saja, tapi tetap serius. Kenali dirimu, pahami pilihan yang ada, lalu ambil keputusan yang paling masuk akal untuk masa depanmu. Kalau kamu mau, kamu juga bisa cek estimasi peluangmu lewat simulasi di SiapUTBK.com sebagai bahan pertimbangan tambahan. Semoga setelah baca ini, langkahmu terasa sedikit lebih terang, ya.

Siap latihan UTBK sekarang? 🚀

Tryout adaptif, simulasi UTBK, dan tes minat bakat — gratis!

Mulai Gratis
← Lihat semua artikel